Kamis, 03 Maret 2011

Lamalera (Putra Tapoona)

penulisan tentang asal - usul sebuah kehidupan merupakan sebuah keinginan untuk memberikan sebuah gambaran yang populer mengenai suatu kehidupan dan bagaimana melangsungkan kehidupan itu.
berbicara mengenai asal - usul kehidupan lamalera yang lebih dikhususkan pada suku (marga), tentu mempunyai sejarah yang berbeda.

di Lamalera setiap suku dipimpin oleh seorang kepala suku yang juga berpengaruh sebagai ketua adat. mereka masih mempunyai sebuah ketaatan yang seolah - olah otomatis terhadap tradisi atau adat yang sangat kokoh. jika ada pelanggaran atau kelainan menjalankan tradisi nenk moyangnya terutama menyangkut lango bele ( rumah adat ).
bagi wisatawan yang pertama kali datang disana, Lamalera sangat mengesankan sebagai suku yang bertemperamen keras dan kasar. kesan itu akan segerah berubah sebab seperti umumnya masayarakat Indonesia, mereka adalah kelompok etnis dengan sosio kiltur yang sama dan penuh semangat gotongroyong.



disini saya sebagai seorang putra lamalera yang lebih khusus lagi yaitu putra Tapoona,mencoba memberikan sedikit gambaran tentang cikal - bakal suku ( marga ) Tapoona. bahwa suku Tapoona ini berasal dari Maraklollo ( suatu tempat di ujung timur pulau solor ). akibat bencana alam, yaitu genangan air bah, mula - mula berpindah ke Awololong Golo Mangi, namun kemudian di tempat tersebut namun terjadi lagi bencana yang sama di tempat tersebut, mereka terpaksa berpindah lagi mencari tempat perlindungan baru.
mula - mula mereka mendarat di daerah Loang  ( utara pulau Lembata ) kemudian mendaki ke gunung Ile Labalekang yang akhirnya turun ke pantai Lamalera.
.
di Lamalera sekarang ini terdapat 4 rumah adat (lango bele) suku Tapoona. pada bagian ini, yang lebih dikhususkan dalam pembahasan ini adalah rumah adat suku Tapoona (Saja Langu)
juimlah anggota dalam suku Tapoona yang satu ini tidaklah banyak. Suku tapoona ini sangat berbeda dari suku - suku lain yang berada di Lamalera. bahwa anggota dalam suku Tapoona ini lebih sedikit dibandingkan sengan suku - suku lain seperti Bediona, Bataona dan masih banyak suku yang alinya. namun kehidupan suku Tapoona ini janganlah dilihat dari jumlah anggota dalam sukunya tapi bagaiman kehidupan yang dijalankan dalam suku ini. banyak orang mengatakan bahwa suku Tapoona hanyalah sebuah suku kecil yang miskin dan tidak punya apa - apa. bahasa - bahasa seperti ini dikeluarkan terutama pada saat seorang putra dari suku Tapoona ingin menikahi atau hidup bersama dengan wanita yang berasal dari suku lain. memang benar bahwa suku Tapoona hanyalah sebuah suku kecil tapi tidak berarti bahwa suku Tapoona tidak mampu dan tidak bisa berbuat apa- apa. ini sudah terbukti bahwa tidak ada seorang keluarga yang berasal dari suku Tapoona yang tidak mampu menghidupkan keluarganya dan mati kelaparan. itu tidak ada dan tidak mungkin. semua itu sudah terbukti karena orang - orang yang berasal dari suku Tapoona itu hidup dengan apa adanya, bekerja untuk menghidupkan keluarganya. mereka tidak berjalan dari satu rumah ke rumah lain untuk meminta - minta seperti orang - orang kecil yang di setiap lampu merah, mereka mencari hidup. ini sangat berbeda dengan suku Tapoona. mereka mampu untuk menjalankan dan melangsungkan kehidupan mereka. oleh karena itu, anggapan bahwa suku Tapoona hanyalah sebuah suku yang tak punya apa- apa itu adalah anggapan yang buta yang tidak terlebih dahulu melihat bagaimana kehidupan suku Tapoona.
ole4h karena itu, saya sebagai generasi penerus suku Tapoona mengajak Reu - reu yang lain untuk bisa menbuktikan bahwa kita suku tapoona BISA dan segerah kita menggeser dan mengahapus anggapan orang yang mengatakan seperti tu.

Rabu, 16 Februari 2011

Lamalera goe jaji

menulis tentang diri sendiri, merasa lebih mudah jika dibandingkan dengan orang lain yang menulis tentang diri kita. namun itu bukan berarti bahwa orang lain tidak dapat mengetahui sesuatu tentang diri kita tapi secara jelasnya bahwa kita sendiri justru lebih sempurnah mengetahui siapa diri kita, seperti apa kehidupan kita yang dapat kita uraikan dalam data diri kita.
uraian mengenai perjalanan hidup saya tentu sangat panjang perjalanannya namun uraian ini hanya sekedar menghantar dan memberikan dukungan kepada saya untuk tetap dan terus belajar untuk mencari tahu dan lebih mengetahi lagi tentang perkembangan IPTEK.