Rabu, 16 Februari 2011

Lamalera goe jaji

menulis tentang diri sendiri, merasa lebih mudah jika dibandingkan dengan orang lain yang menulis tentang diri kita. namun itu bukan berarti bahwa orang lain tidak dapat mengetahui sesuatu tentang diri kita tapi secara jelasnya bahwa kita sendiri justru lebih sempurnah mengetahui siapa diri kita, seperti apa kehidupan kita yang dapat kita uraikan dalam data diri kita.
uraian mengenai perjalanan hidup saya tentu sangat panjang perjalanannya namun uraian ini hanya sekedar menghantar dan memberikan dukungan kepada saya untuk tetap dan terus belajar untuk mencari tahu dan lebih mengetahi lagi tentang perkembangan IPTEK.

lamalera sebuah desa nelayan tempat aku dilahirkan. di atas pejal wadas, bersemadi sebuah kehidupan yang sulit bagi orang luar namun mudah di jangkau.
berbicara trentang lamalera, itu tidak asing lagi bagi setiap orang dan boleh dikatakan tidak asing dimata dunia.
lamalera yang hampir setiap hari dikunjungi oleh para wisatawan merupakan tempat dimana GUNA TAPOONA dilahirkan.
saya di lahirkan pada tanggal 14 september 1992 oleh kedua orang tua saya, Yoseph sika Tapoona(ayah) dan Veronika uba Sulaona (ibu). saya di lahirkan dengan penuh kasih dan sayang dari orang tua dan semua keluargaku. diusiaku 6 tahun, saya bersekolah di SD INPRES lamalera. setlah tamat di sekolah dasar,  saya melanjudkan di SMP APPIS lamalera. disaat saya berada di bamgku kelas 2 SMP, karena keinginan paman agar saya bersekolah di Kalimantan, saya akhirmya dijemput, namun karena tidak bisa jauh dari orang tua, saya akhirnya menolak jemputan itu dan saya menjanjikan untuk melanjudkan SMA di Kalimantan. setelah tamat dari SMP, untuk menempati janji saya, saya pun dijemput oleh paman. Saya melanjudkan sekolah saya di Kalimantan yaitu SMA Nusantara Indah Sintang.selama 3 tahun, saya di rantau orang. sakit dan tidaknya hidup dirantau orang telah saya rasakan dan alami selama saya berada di bangku SMA. namun hal yang paling mengesankan bagi saya adalah masa - masda SMA. masa - masa itu tak dapat saya lupakan. rasa - rasanya ingin untuk kembali ke masa SMA lagi.  saya sekarang melanjudkan sekolah saya di perguruan tinggi STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG semester II jurusan S-1 PGSD. kebetulan jurusan ini baru di buka pada tahun 2010 dan dilihat dari peluang kerja maka saya memilih masuk di jurusan ini.

                             PERJALANAN PANJANG DARI LAMALERA KE SINTANG

pada bulan juni - juli 2008, setelah mendengar hasil kelulusan SMP dan hasil itu mengatakan bahwa saya lulus, saya akhirnya dijemput untuk melanjudkan sekolah saya ke kalimantan. selama 2 hari perjalanan dari Lamalera-Larantuka saya masih belum rela untuk meninggalkan orang tua. namun semuanya ini adalah demi masa depan. setelah di Larantuka, kami menumpangi kapal laut KM. SIRIMAU dengan tujuan tanjung periok - Jakarta. selama 5 hari dalam perjalanan ke Jakarta, suasana didalam kapal sangat membosankan. sesampainya di jakarta, kami pun melanjudkan perjalanan ke pontianak Kalimantan Barat. selama 2 hari perjalan dari Jakarta- Pontianak....dan setelah tiba di Pontianak kami langsung menumpangi bus malam ke Sintang tempat dimana nantinya saya melanjudkan sekolah saya. 8 jam perjalanan dari pontianak ke sintang membuat saya merasa tidak betah dalam perjalanan, belum lagi pada saat itu saya sendiri sedang sakit...uhhh...sangat - msangat tidak enak..keberangkatan kami dari pontianak jam 07.00- dan tiba di sintang jam 06.00 pagi...benar - benar melelahkan. karena sakit, saya selama 3 hari tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah. hari ke-4 merupakan hari yang mengkin sudah diatur oleh Tuhan, bahwa saya harus bisa merasakan bagaiman kehidupan di rantau atau di negeri orang. saya yang dulunya tinggal bersama orang tua, semuanya masih mengharapkan dari orang tua, kini saya dapat merasakan hidup sendiri jauh dari orang tua. say dulunya tidak pernah mencuci pakaian sendiri, kini di latih untuk bisa mandiri. disaat saya pertama kali mencuci pakaian sendiri, saya benar - benar merasakan bahwa betapa beratnya hidup mandiri karena baru pertama kali saya merasakan hal itu. hanya dengan air mata yang menemani saya untuk mencuci pakaian sendiri. tapi apa yang mau diperbuat????semuanya demi cita - cita dan masa depan. saya selalu dengan tabah menyesuaikan hidup dan kehidupan baru di tanah perantauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar